Entri Populer

Rabu, 06 November 2013

Kerispatih



AKU HARUS JUJUR

Em        Am      D           G
maafkan kali ini aku harus jujur
Em          Am       D          G
kau harus tau siapa aku sebenarnya
B                Em
terfikir dalam benakku
D          C      Bm       Am
tentang cinta terlarang selama ini kupendam
Em          Am       D        G
jangan salahkan keadaan ini sayang
Em     Am         D       G
semua adalah keterbasanku saja
B                      Em
tak mampu menjadi yang kau mau
D        C               B
aku mencoba dan aku tak mampu
chorus
C                   D
tak bisa lagi mencintaimu
G         D/F#  Em
dengan sisi lainku
Am              Bm
aku tak sanggup menjadi biasa
C    D
aku tak sanggup
C                    D
tak ada satupun yang mungkin bisa
Bm                Em
terima kau seperti aku
Am            Bm
kumohon jangan salahkan aku lagi
C  D
ini aku  yang sebenarnya

Sabtu, 02 November 2013

Reaksi kimia yang terjadi dalam metabolisme




                                                        REAKSI KIMIA
                          STRUKTUR DAN PROSES METABOLISME OBAT
Proses metabolisme dapat mempengaruhi aktivitas biologis, masa kerja dan toksisitas kerja obat sehingga pengetahuan tentang metabolisme obat dan senyawa organik asing lain (xenobiotika) sangat penting dalam bidang kimia medisinal.
Suatu obat dapat menimbulkan respons biologis dengan dua jalur, yaitu :
1.      ·         Obat aktif setelah masuk ke dalam peredaran darah, langsung beinteraksi dengan reseptor dan menimbulakan respons biologis.
1.      ·         Pra-obat setelah masuk ke peredaran darah mengalami proses metabolisme menjadi obat aktif, berinteraksi dengan reseptor dan menimbulkan respons biologis (bioaktivasi).
Metabolisme obat adalah mengubah senyawa yang relatif non polar, menjadi senyawa yang lebih polar sehingga mudah dikeluarkan dari tubuh. 
1.       Faktor-faktor yang mempengaruuhi metabolisme obat.
·         ·         Factor genetik atau keturunan.
Hal ini ditunjukan dengan perbedaan individu pada proses metabolisme sejumlah obat yang kadang-kadang terjadi dalam sistem individu.
·         ·         Perbedaan spesies dan galur.
Pada proses metabolisme obat, perubahan kimia yang terjadi pada spesies dan galur kemungkinan sama atau sedikit berbeda, tetapi kadang-kadang ada perbedaan yang cukup besar pada reaksi metabolismenya.
·         ·         Perbedaan jenis kelamin.
·         ·         Perbedaan umur.
·         Penghambatan enzim metabolisme.
·          Indikasi enzim metabolisme.
·         Faktor-faktor lain.
Diet makanan, keadaan kurang gizi, ganguan keseimbangan hormone, kehamilan, peningkatan obat oleh protein plasma, distribusi obat dalam jaringan dan keadaan patologis hati.

1.       Tempat Metabolisme Obat.
perubahan kimia obat dalam tubuh terutama terjadi pada jaringan dan organ. Organ seperti hati, ginjal, dan saluran cerna. Hati adalah organ tubuh yang merupakan tempat utama metabolisme obat oleh karena mengandung lebih banyak enzim-enzim metabolism disbanding dengan organ lain, setelah pemberian secara oral, obat diserap oleh saluran cerna, masuk ke peredaran darah dan kemudian ke hati melalui efek lintas pertama. Aliran darah yang membawa obat atau senyawa organik yang melewati sel-sel hati secaraperlahan dan termetabolisis menjadi senyawa yang mudah larut dalam air kemudian diekskresikan  melalui urin.

            Jalur Umum Metabolisme Obat dan Senyawa Organik Asing.
Reaksis metabolisme obat dan senyawa organic asing ada dua tahap, yaitu :
1.      Reaksi fasa I atau reaksi fungsionalisme.
2.      Reaksi fasa II atau reaksi konjugasi.

a.       Reaksi fasa I
1.      Reaksi oksidasi.
-          Oksidasi gugus aromatic, ikatan rangkap, atom C benzilik dan alilik, atom C dari gugus karbonil dan imin.
-          Oksidasi atom C alifatik dan alisiklik.
-          Oksidasi sistem C-N, C-O, dan C-S
-          Oksidasi alcohol dan aldehid
-          Reaksi oksidassi lain.

2.      Reaksi reduksi.
-          Reduksi aldehid dan keton.
-          Reduksi senyawa azo dan nitro
-          Reaksi reduksi lain.
Reaksi fasa I dapat dicapai dengan :
·              Secara langsung memasukan gugus fungsional. Contoh : hidroksilasi senyawa aromatik dan alifatik.
·            Memodifikasi gugus fungsional yang ada dalam struktur molekul, contoh : reduksi gugus keton atau aldehid menjadi alcohol.
Fasa ini dapat menghasilkan suatu gugus fungsional yang mudah terkojugasiatau mengalami reaksi fasa II.

b.      Reaksi fasea II
Konjugasi asan glukuronat, konjugasis sulfat, konjugasi dengan glisin dan glukamin, konjugasi dengan glukation/asam merkaturat.

c.       Reaksi asetilasi.
d.      Reaksi metilasi.

Senin, 14 Oktober 2013

materi kuliah flavanoid



FLAVANOID
            Flavanoid terdapat secara universal pada tanaman sebagai kelompok tunggal senyawa cincin oksigen yang terbesar. Tidak ada benda yang begitu mencolok seperti flavanoid yang memberikan konstribusi keindahan dan kesemarakan pada bunga dan buah-buahan di alam.

Kegunaan Flavanoid
            Flavanoid secara luas digunakan oleh tumbuhan dalam banyak fungsi termasuk menghasilkan pigmen kuning atau merah/biru pada bunga dan melindungi dari serangan mikroba dan serangga. Distribusi yang meluas dari flavanoid, variasi dan toksisitasnya relative rendah dibandingkan komponen tumbuhan yang lain (untuk alkaloid). Flavanoid menunjukkan aktivitas anti alergi, antiinflamasi, anti mikroba dan anti kanker. Sebagai tambahan, flavanoid juga menunjukkan aktivitas yang kuat sebagai anti oksidan, melindungi dari oksidasi dan kerusakan radikal bebas.
            Konsumen dan pabrik makanan telah tertarik pada flavanoid karena sifat pengobatan/medikasinya, khususnya flavanoid potensial dalam mencegah kanker dan penyakit kardiovaskuler. Juga digunakan sebagai nutrient dan vitamin.



Struktur Dasar Flavanoid
            Senyawa flavanoid adalah senyawa yang mengandung cis terdiri atas dua inti fenolat yang dihubungkan dengan tiga satuan karbon. Cincin A memiliki karateristik bentuk hidroksilasi phloroglusinol atau resorsinol, dan cincin B, biasanya 4-,3,4- atau 3,4,5-terhedroksilasi.






 
       C – C - C                     

Kerangka dasar flavanoid


 
    6(A) – C3               
                   OH
Struktur dasar flavanoid

Stereokimia Senyawa Flavanoid
            Flavon dan khalkon tidak memiliki atom karbon asimetri hingga tidak ada masalah stereokimia. Flavanon mengandung satu pusat asimetri dan dapat berada dalam bentuk (+) dan (-). Kebanyakan flavanon alam adalah putar kiri dan memiliki konfigurasi –S. Stereokimia flavanon dan 3-hidroksiflavanon (dihidroflavanol) telah ditentukan dengan metoda dalam mana stereokimia katekhin terlibat. (+) –Katekhin dan (-) –epikatekhin adalah diastereomer berbeda dalam kedudukan gugus 2–aril dan 3-hidroksil.
            Struktur katekhin telah ditentukan dengan metoda konvensional : (a) peleburan alkali menghasilkan phloroglusinol dan asam 3,4-dihidrobenzoat (asam protokatekuat); dan (b) reduksi katekhin tetrametil eter, diikuti dengan metilasi fenol yang dihasilkan, diperoleh 1-(2,4,6-trimetoksifenil) -3-(3,4-dimetoksifenil) propane. Meskipun pengamatan tersebut dapat dibantu oleh tiga struktur namun struktur flavan epikatekhin dibuktikan berdasarkan pembuatannya (sebagai bentuk (±) secara reduksi katalitik sianidin klorida).

Mekanisme dasar biosintesis senyawa Flavanoid
            Tahapan dasar yaitu tiga unit asetat yang tergabung pada cincin A dan fragmen P-koumaril –CoA yang akan berkondensasi dengan tiga unit malonil Ko-A sehingga menghasilkan khalkon yang merupakan zat antara pertama yang teridentifikasi. Khalkon akan mengalami hidroksilasi dengan gugus-gugus hidroksi yang dikonversikan ke 5,7-dihidroksi flavanoid (flavanon) dengan bantuan enzim khalkon isomerase. Flavanon akan mengalami hidroksilasi pada C­3 dan menghasilkan dihidrokaempferol secara stereospesifik yang dikatalisis oleh suatu oksigenasi yang spesifik. Dihidrokaempferol merupakan prekusor yang sangat bagus dan berperan penting dalam pembentukan metabolit-metabolit lainnya seperti katekhin, sianidin dan kuersitin.



Tahapan Biosintesa Flavanoid
                                                                                                                          
Fenilalanin                                                                                                                            OH
                                                                  OH                                                   SCOA
                                                                                                   CH2                         II                                          
Asam sinimat                                                         HO2C              COSCOA       O
                                COA.S                                                                                 II
                                                            Malonil-CoA                                   O                                          OH
Hexagon: C                                           II
                                           O                                                       OH                   HO               OH
                                P-KUMARIL-CoA                               HO             O                             H2O           4            2
Hexagon: C                                                                                       2              3
        HO        O                                                          3                                                I      II
Hexagon: BHexagon: A           A                                                     i     II       H          khalkon iso merase 5 OH   O
                                                                                  OH    O    H
                                                                 Flavon                                                         OH
        5 II        II
          OH       O
                      O-Glukose                      CH                            OH                 O
                 apiose
                                 O
                                                                                   I     II        OH
            OH     O
                          I      II
                               OH     O
                               Apiin                                                      dihidrokalemferd erol


 


             OH
             HO                                  HO               O  2
                  HO
                                      O                                                                                                     OH
                                                              OH
     I                                                       I
                                    OH                                                                 OH

    Taksifolin
                                                                                                                                                                                    OH
Hexagon: C                                                                  OH                                                      OH      HO             O
                       HO             O                                      HO               O
                                                                                                                               OH                                                OH
                                                                                                                                                                    OH
  OH                     I         II    OH                                  I
           OH       O                                        OH

                            Koteklin                                               Kuesitin                                             Sianidin





Senyawa Khalkon
            Polihidroksi khalkon terdapat dalam sejumlah tanaman, namun terdistribusinya di alam tidak lazim. Alasan pokok bahwa khalkon cepat mengalami isomerisasi menjadi flavanon dalam satuan keseimbangan,
                                                                   3
                                                          2                4
                          3                                                 5
4                        2                             6
                                     C
                 5                                        
                          6                        O
merein : 2’, 3,4’, 3,4 –penta OH (4’-glukosida)
koreopsin : 2’,4,3,4-tetra OH (4’-glukosida)
Stillopsin : 2,4, ‘5’, 3,4-penta OH (?-glukosida)
Lanseolin : 2’, 4’, 3,4 –tetra OH-3’-OMe (?-lukosida)
Bila khalkon 2’,6 –dihidroksilasi, isomer flavanon mengikat 5-gugus hidroksil, dan stabilisasi mempengaruhi ikatan hydrogen 4-karbonil-5-hidroksil maka menyebabkan keseimbangan khalkon-flavanon condong ke arah flavanon. Hingga, khalkon yang terdapat di alam memiliki gugus 2,4’-hidroksil atau gugus 2’-hidroksi-6’-glikosilokasi.
            Pada gambar di atas menunjukkan beberapa khalkon yang terdapat dalam tanaman, terutama sebagai pigmen daun bunga berwarna kuning, dalam kebanyakan terdapat dalam tanaman Heliantheaetribe, Coreopsidinae subtribe dan famili Compositae. Dalam bisiklis khalkon dan hidrokhalkon gugus hidroksil tetap terikat pada cincin-A.
A - COCH2CH2 – B                                              Hidrokhalkon
A – COCH2CHOH – B                                          Flavanon , Khalkon
A -  COCH2CO – B                                               Flavon
A – COCOCH2 – B                                               Auron
A – CH2COCO – B                                               Antosianin
A – COCHCHOH – B                                           3 – hidroksi flavanon
             OH
A – COCOCH – B                                                 Flavanol
             OH
Senyawa Dihidrokhalkon
            Meskipun dihidrokhalkon jarang terdapat di alam, namun satu senyawa yang penting yaitu phlorizin merupakan konstituen umum famili Rosaceae juga terdapat dalam jenis buah-buahan seperti apel dan pear. Phlorizin telah lama dikenal dalam bidang farmasi, ia memiliki kesanggupan menghasilkan kondisi seperti diabetes.
            Phlorizin merupakan β-D-glukosida phloretin. Phloretin mudah terurai oleh alkali kuat menjadi phloroglusinol dan asam p-hidroksihidrosinamat (asam phloretrat). Jika glukosida phlorizin dipecah dengan alkali dengan cara yang sama, maka ternyata sisa glukosa tidak dapat terlepas dan dihasilkan phloroglusinol β-O-glukosida. Akhirnya, kedudukan sisa glukosa yang dibentuk oleh reaksi ditunjukkan dalam persamaan 1 ; interaksi gugus asetoksil dengan satuan –COCH2CH2Ar menunjukkan bahwa satuan glukosa harus terikat pada kedudukan -2’ dalam phlorizin. Glikosilasi gugus hidroksil ortho terhadap gugus karbonil di alam adalah tidak umum, hal ini terutama karena ikatan hydrogen yang efektif antara –OH dan O=C. Adanya gugus-gugus hidroksil pada kedudukan -2,6 relatif terhadap gugus karbonil mengakibatkan satu dari padanya reaktif dan dapat terjadi glikolisasi.
Florizin                                              Floretin + D-glukosa
                                                            â   N2OH
                                                  OH           OH
                                                                           +  OH                  CH2CH2COOH
                                                           OH                             asam floretat

OH            O
OH
OH
tri-o-metil florizin

                                                                                     
                                                                                                                                                           
                                        
                                                                                                           
   





Florizin adalah
                          OH           OH
                                                                                                 OH      
                                             COCH2CH2                            
                                     O – C6H11O5D – glukosida
                                     
Senyawa Flavanon
            Flavanon (biasanya sebagai glikosida) terdistribusi luas di alam. Flavanon terdapat dalam kayu, daun dan bunga. Flavanon glikosida merupakan konstituen utama dari tanaman genus Prunus (fam. Rosaceae) dan buah jeruk; dua glikosida yang paling lazim adalah neringenin dan hesperetin, terdapat dalam buah anggur dan jeruk.
            Penentuan struktur flavanon cepat dilakukan berdasarkan metoda klasik. Polihidroksiflavanon mudah dikenal dengan terbentuknya warna merah, lembayung, bila flavanon direduksi dengan magnesium dalam asam klorida dalam larutan etanol. Persoalan dasar dalam menentukan struktur flavanon adalah (a) posisi ikatan sisa gula, jika senyawa merupakan glikosada; dan (b) posisi gugus inti hidroksil dan metoksi cincin –A dan –B.
            Flavanon dan khalkon dipecah oleh hidrolisis alkalis menjai turunan asam benzoate yang terdiri cincin –B dan tergantung pada kondisi, fenol yang terdapat pada cincin –A (missal phloroglusinol) atau menjadi asetofenon yang sesuai.









 
                                                 OH                             HO             OH                         OH
                            O                                                                                          +
    HO                                            50% KOH                               COCH3
 

                                                                                                                                      COOH
                          O
            Liquiritigenin













 
                                                 OH                             HO                                       OH        
                            O                                                                         CH3=CHCOOH +
    HO                                     OCH3       30%      CH3O
                                                                NaOH
                                                                                                                                            OH
               OH    O
            Homoeridiktiol                                                                      asam ferurat

            Cara lain yang berguna untuk menentukan struktur flavanon adalah melibatkan dehidrogenasi ikatan -2,3, yang memberikan flavon. Karena flavanon sering sukar disintesis sedangkan tidak ada masalah untuk flavon, maka prosedur ini sangat berharga.                                                                                                            
                                                                                         OH






 
                                                 OH                       CH3O                O      OCH3
                            O                                                                                         
CH3O                                      OCH3        I2                     
                                                              NaOAc                 OH     O
                                                                                                                                     
               OH     O
            Liquiritigenin

            Metoda klasik (yaitu, degradasi, interkonversi, sintesis) untuk menentukan struktur flavanoid sekarang telah digantikan dengan prosedur diagnosa fisika, dalam hal ini resonansi magnetic inti. Proton pada posisi -2 dan -3 menunjukkan pergeseran kimia yang karateristik dan bentuk penggabungan yang dapat membedakan struktur flavanon dengan flavon khalkon, dan sebagainya. Bentuk aromatic tersubstitusi biasanya dapat dikenal dengan pergeseran kimia dan bentuk penggabungan (penggabungan 0-, m atau p) proton-proton cincin A dan –B.

              Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)
Senyawa Flavon
                    Metilasi  (dengan metil sulfat dan kalsium karbonat dalam aston) terhadap resin kotor dari X presisi menghasilkan sejumlah senyawa flavanoid. Salah satu  dari padanya  adalah  4’,5,7 – trimetoksi flavon. Reduksi flavon dengan natrium  dan etanol dalam cairan amonia  dan metilasi fenol yang  diperoleh menghasilkan  senyawa yang dikenal  1-p-metoksifenil-3-(2,4,6-trimetoksifenil)-propana.




Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)                       5,7 OHMolecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)

                        Flavon                                           Khristin
5,7,4’ OH Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)               5,7,4’5’OHMolecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)
                       Apigenin                                        Luteolin

Senyawa Flavanol (3-hidrosiflavon)
                  Flavanol lazim sebagai konstituen tanaman yang tinggi, dan terdapat dalam berbagai bentuk terhidroksilasi. Flavanol alami yang paling sederhana adalah galangin 3,5,7-tri-hidroksiflavon.




           Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)                  Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)
3,5,7 –OH                                                3,5,7,4’ -OH

Galangin                                       Kaempfenol
                         (Flavanol alam)
Senyawa Antosianidin dan proantosianidin
                Senyawa flavanoid alam yang paling menyolok adalah antosianin, yang merupakan pembentuk dasar pigmen warna merah, ungu, dan biru pada tanaman. Antosianin adalah glikosida antosianidin, yaitu garam polihidroksiflavilium (2-arilbenzopirilium). Sebagaian besar antosianin alam adalah glikosida






3,5,7,4’-OH                 Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone) R = R’ = H  , pelargonidin
        3’=R, 5’=R’                                  R = H, R’ = OH        , sianidin
R – R’ = OH              , delpenidin
R = H, R’ = OCH3     , peonidin
R = R’ = )CH3            , maluidin

 (Antosianidin alam)
                Antosianidin juga dibentuk bila flavon -3,4-diol dipanaskan pada kondisi asam kuat. Reaksi sangat kompleks dan hasil yang diperoleh berupa garam flavilium rendah, dan perlu dicatat bahwa reaksi meliputi oksidasi. Untuk dehidrasi sederhana flavanandiol, diperoleh 3-flavon-3-ol bukan antosianidin.



 


Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)    -------------------       Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)-H2O
Leukosianidin hidrat                                 Leukosianidin
3,4,5,7,4’5’-OH                                      3,5,7,4’,5’ -OH



         Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)                                                        
                              3,5,7,4’,5’ -OH                                  
Sianidin (Katiro)


Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)
The term flavonoid refers to a class of plant secondary metabolites. According to the IUPAC nomenclature, they can be classified into:
Flavonoids are most commonly known for their antioxidant activity. Flavonoids are also commonly referred to as bioflavonoids in the media – these terms are equivalent and nterchangeable, since all flavonoids are biological in origin.

Biosynthesis

Flavonoids are synthesized by the phenylpropanoid pathway in which the amino acid phenylalanine is used to produce 4-coumaryl-CoA. This can be combined with malonyl-CoA to yield the true backbone of flavonoids, a group of compounds called chalcones. Ring-closure of these compounds results in the familiar form of flavonoids, a three-ringed structure (polyphenols). The metabolic pathway continues through a series of enzymatic modifications to yield flavanones → dihydroflavonols → anthocyanins. Along this pathway many products can be formed, including the flavonols, flavan-3-ols, proanthocyanidins (tannins) and a host of other polyphenolics.

[edit] Biological effects

Flavonoids are widely distributed in plants fulfilling many functions including producing yellow or red/blue pigmentation in flowers and protection from attack by microbes and insects. The widespread distribution of flavonoids, their variety and their relatively low toxicity compared to other active plant compounds (for instance alkaloids) mean that many animals, including humans, ingest significant quantities in their diet. Flavonoids have been found in high concentrations in butterflies and moths sequestered from dietary intake at the larval stage and then stored in adult tissues.
Flavonoids have been referred to as "nature's biological response modifiers" because of strong experimental evidence of their inherent ability to modify the body's reaction to allergens, viruses, and carcinogens. They show anti-allergic, anti-inflammatory[1] , anti-microbial and anti-cancer activity. In addition, flavonoids act as powerful antioxidants, protecting against oxidative and free radical damage.
Consumers and food manufacturers have become interested in flavonoids for their medicinal properties, especially their potential role in the prevention of cancers and cardiovascular disease. The beneficial effects of fruit, vegetables, and tea or even red wine have been attributed to flavonoid compounds rather than to known nutrients and vitamins.

[edit] Important flavonoids

[edit] Quercetin

Quercetin is a flavonoid and more specifically a flavonol (see below), that constitutes the aglycone of the glycoside rutin. In studies, quercetin is found to be the most active of the flavonoids, and many medicinal plants owe much of their activity to their high quercetin content. Quercetin has demonstrated significant anti-inflammatory activity because of direct inhibition of several initial processes of inflammation. For example, it inhibits both the production and release of histamine and other allergic/inflammatory mediators. In addition, it exerts potent antioxidant activity and vitamin C-sparing action.

[edit] Epicatechin

Epicatechin improves blood flow and thus seems good for cardiac health. Cocoa, the major ingredient of dark chocolate, contains relatively high amounts of epicatechin and has been found to have nearly twice the antioxidant content of red wine and up to three times that of green tea.[2]

[edit] Oligomeric proanthocyanidins

Proanthocyanidins extracts demonstrate a wide range of pharmacological activity. Their effects include increasing intracellular vitamin C levels, decreasing capillary permeability and fragility, scavenging oxidants and free radicals, and inhibiting destruction of collagen, the most abundant protein in the body.

[edit] Important dietary sources

Good sources of flavonoids include all citrus fruits, berries, onions, parsley, legumes, green tea, red wine, seabuckthorn, and dark chocolate (that with a cocoa content of seventy percent or greater).

[edit] Citrus

The citrus bioflavonoids include hesperidin, quercetin, rutin (a sugar of quercetin), and tangeritin. In addition to possessing antioxidant activity and an ability to increase intracellular levels of vitamin C, rutin and hesperidin exert beneficial effects on capillary permeability and blood flow. They also exhibit some of the anti-allergy and anti-inflammatory benefits of quercetin. Quercetin can also inhibit reverse transcriptase, part of the replication process of retroviruses (Spedding et al. 1989). The therapeutical relevance of this inhibition has not been established. Hydroxyethylrutosides (HER) have been used in the treatment of capillary permeability, easy bruising, hemorrhoids, and varicose veins.

[edit] Green Tea

Green tea polyphenols are potent antioxidant compounds that have demonstrated greater antioxidant protection than vitamins C and E. Green tea may also increase the activity of antioxidant enzymes. Green tea polyphenols may inhibit cancer by blocking the formation of cancer-causing compounds and suppressing the activation of carcinogens. The major polyphenols in green tea are flavonoids (catechin, epicatechin, epicatechin gallate, epigallocatechin gallate(EGCG), and proanthocyanidins).
Though both green tea and black tea are derived from the same plant (Camellia sinensis), they possess different antioxidants. In producing black tea the leaves are allowed to oxidize, during which enzymes present in the tea convert many polyphenols to larger molecules with different biological effects. However, green tea is produced by lightly steaming the fresh-cut leaf, which inactivates these enzymes, and oxidation does not occur.

[edit] Availability through microorganisms

A number of recent research articles have demonstrated the efficient production of flavonoid molecules from recombinant microorganisms. Such an approach opens the possibility of readily producing these compounds using renewable feedstocks and thus increasing the availability of rare flavonoid molecules for human and animal feed through dietary supplements. [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7].

[edit] Subgroups

Over 5000 naturally occurring flavonoids have been characterized from various plants. They have been classified according to their chemical structure, and are usually subdivided into 6 subgroups[3]:
  • Flavones use the 2-phenyl-4H-1-benzopyran-4-one skeleton:
  • Flavonols use the 3-hydroxy-2-phenyl-4H-1-benzopyran-4-one skeleton:
Examples: Quercetin, Kaempferol, Myricetin, Isorhamnetin, Pachypodol, Rhamnazin
  • Flavanones use the 2,3-dihydro-2-phenyl-4H-1-benzopyran-4-one skeleton:
Examples: Hesperetin, Naringenin, Eriodictyol
  • Flavan-3-ols use the 2,3-dihydro-3-hydroxy-2-phenyl-benzopyran skeleton:
Examples: Catechins (Catechin (C), Gallocatechin (GC), Catechin 3-gallate (Cg), Gallocatechin 3-gallate (GCg)), Epicatechins (Epicatechin (EC), Epigallocatechin (EGC), Epicatechin 3-gallate (ECg), Epigallocatechin 3-gallate (EGCg)), Theaflavins (Theaflavin, Theaflavin 3-gallate, Theaflavin 3'-gallate, Theaflavin 3,3'-digallate), Thearubigins
  • Isoflavones use the 3-phenyl-4H-1-benzopyran-4-one skeleton:
Examples: Genistein, Daidzein, Glycitein
  • Anthocyanidins.
Examples: Cyanidin, Delphinidin, Malvidin, Pelargonidin, Peonidin, Petunidin








FLAVANOID
            Flavanoid terdapat secara universal pada tanaman sebagai kelompok tunggal senyawa cincin oksigen yang terbesar. Tidak ada benda yang begitu mencolok seperti flavanoid yang memberikan konstribusi keindahan dan kesemarakan pada bunga dan buah-buahan di alam.

Kegunaan Flavanoid
            Flavanoid secara luas digunakan oleh tumbuhan dalam banyak fungsi termasuk menghasilkan pigmen kuning atau merah/biru pada bunga dan melindungi dari serangan mikroba dan serangga. Distribusi yang meluas dari flavanoid, variasi dan toksisitasnya relative rendah dibandingkan komponen tumbuhan yang lain (untuk alkaloid). Flavanoid menunjukkan aktivitas anti alergi, antiinflamasi, anti mikroba dan anti kanker. Sebagai tambahan, flavanoid juga menunjukkan aktivitas yang kuat sebagai anti oksidan, melindungi dari oksidasi dan kerusakan radikal bebas.
            Konsumen dan pabrik makanan telah tertarik pada flavanoid karena sifat pengobatan/medikasinya, khususnya flavanoid potensial dalam mencegah kanker dan penyakit kardiovaskuler. Juga digunakan sebagai nutrient dan vitamin.



Struktur Dasar Flavanoid
            Senyawa flavanoid adalah senyawa yang mengandung cis terdiri atas dua inti fenolat yang dihubungkan dengan tiga satuan karbon. Cincin A memiliki karateristik bentuk hidroksilasi phloroglusinol atau resorsinol, dan cincin B, biasanya 4-,3,4- atau 3,4,5-terhedroksilasi.






 
       C – C - C                     

Kerangka dasar flavanoid


 
    6(A) – C3               
                   OH
Struktur dasar flavanoid

Stereokimia Senyawa Flavanoid
            Flavon dan khalkon tidak memiliki atom karbon asimetri hingga tidak ada masalah stereokimia. Flavanon mengandung satu pusat asimetri dan dapat berada dalam bentuk (+) dan (-). Kebanyakan flavanon alam adalah putar kiri dan memiliki konfigurasi –S. Stereokimia flavanon dan 3-hidroksiflavanon (dihidroflavanol) telah ditentukan dengan metoda dalam mana stereokimia katekhin terlibat. (+) –Katekhin dan (-) –epikatekhin adalah diastereomer berbeda dalam kedudukan gugus 2–aril dan 3-hidroksil.
            Struktur katekhin telah ditentukan dengan metoda konvensional : (a) peleburan alkali menghasilkan phloroglusinol dan asam 3,4-dihidrobenzoat (asam protokatekuat); dan (b) reduksi katekhin tetrametil eter, diikuti dengan metilasi fenol yang dihasilkan, diperoleh 1-(2,4,6-trimetoksifenil) -3-(3,4-dimetoksifenil) propane. Meskipun pengamatan tersebut dapat dibantu oleh tiga struktur namun struktur flavan epikatekhin dibuktikan berdasarkan pembuatannya (sebagai bentuk (±) secara reduksi katalitik sianidin klorida).

Mekanisme dasar biosintesis senyawa Flavanoid
            Tahapan dasar yaitu tiga unit asetat yang tergabung pada cincin A dan fragmen P-koumaril –CoA yang akan berkondensasi dengan tiga unit malonil Ko-A sehingga menghasilkan khalkon yang merupakan zat antara pertama yang teridentifikasi. Khalkon akan mengalami hidroksilasi dengan gugus-gugus hidroksi yang dikonversikan ke 5,7-dihidroksi flavanoid (flavanon) dengan bantuan enzim khalkon isomerase. Flavanon akan mengalami hidroksilasi pada C­3 dan menghasilkan dihidrokaempferol secara stereospesifik yang dikatalisis oleh suatu oksigenasi yang spesifik. Dihidrokaempferol merupakan prekusor yang sangat bagus dan berperan penting dalam pembentukan metabolit-metabolit lainnya seperti katekhin, sianidin dan kuersitin.



Tahapan Biosintesa Flavanoid
                                                                                                                          
Fenilalanin                                                                                                                            OH
                                                                  OH                                                   SCOA
                                                                                                   CH2                         II                                          
Asam sinimat                                                         HO2C              COSCOA       O
                                COA.S                                                                                 II
                                                            Malonil-CoA                                   O                                          OH
Hexagon: C                                           II
                                           O                                                       OH                   HO               OH
                                P-KUMARIL-CoA                               HO             O                             H2O           4            2
Hexagon: C                                                                                       2              3
        HO        O                                                          3                                                I      II
Hexagon: BHexagon: A           A                                                     i     II       H          khalkon iso merase 5 OH   O
                                                                                  OH    O    H
                                                                 Flavon                                                         OH
        5 II        II
          OH       O
                      O-Glukose                      CH                            OH                 O
                 apiose
                                 O
                                                                                   I     II        OH
            OH     O
                          I      II
                               OH     O
                               Apiin                                                      dihidrokalemferd erol


 


             OH
             HO                                  HO               O  2
                  HO
                                      O                                                                                                     OH
                                                              OH
     I                                                       I
                                    OH                                                                 OH

    Taksifolin
                                                                                                                                                                                    OH
Hexagon: C                                                                  OH                                                      OH      HO             O
                       HO             O                                      HO               O
                                                                                                                               OH                                                OH
                                                                                                                                                                    OH
  OH                     I         II    OH                                  I
           OH       O                                        OH

                            Koteklin                                               Kuesitin                                             Sianidin





Senyawa Khalkon
            Polihidroksi khalkon terdapat dalam sejumlah tanaman, namun terdistribusinya di alam tidak lazim. Alasan pokok bahwa khalkon cepat mengalami isomerisasi menjadi flavanon dalam satuan keseimbangan,
                                                                   3
                                                          2                4
                          3                                                 5
4                        2                             6
                                     C
                 5                                        
                          6                        O
merein : 2’, 3,4’, 3,4 –penta OH (4’-glukosida)
koreopsin : 2’,4,3,4-tetra OH (4’-glukosida)
Stillopsin : 2,4, ‘5’, 3,4-penta OH (?-glukosida)
Lanseolin : 2’, 4’, 3,4 –tetra OH-3’-OMe (?-lukosida)
Bila khalkon 2’,6 –dihidroksilasi, isomer flavanon mengikat 5-gugus hidroksil, dan stabilisasi mempengaruhi ikatan hydrogen 4-karbonil-5-hidroksil maka menyebabkan keseimbangan khalkon-flavanon condong ke arah flavanon. Hingga, khalkon yang terdapat di alam memiliki gugus 2,4’-hidroksil atau gugus 2’-hidroksi-6’-glikosilokasi.
            Pada gambar di atas menunjukkan beberapa khalkon yang terdapat dalam tanaman, terutama sebagai pigmen daun bunga berwarna kuning, dalam kebanyakan terdapat dalam tanaman Heliantheaetribe, Coreopsidinae subtribe dan famili Compositae. Dalam bisiklis khalkon dan hidrokhalkon gugus hidroksil tetap terikat pada cincin-A.
A - COCH2CH2 – B                                              Hidrokhalkon
A – COCH2CHOH – B                                          Flavanon , Khalkon
A -  COCH2CO – B                                               Flavon
A – COCOCH2 – B                                               Auron
A – CH2COCO – B                                               Antosianin
A – COCHCHOH – B                                           3 – hidroksi flavanon
             OH
A – COCOCH – B                                                 Flavanol
             OH
Senyawa Dihidrokhalkon
            Meskipun dihidrokhalkon jarang terdapat di alam, namun satu senyawa yang penting yaitu phlorizin merupakan konstituen umum famili Rosaceae juga terdapat dalam jenis buah-buahan seperti apel dan pear. Phlorizin telah lama dikenal dalam bidang farmasi, ia memiliki kesanggupan menghasilkan kondisi seperti diabetes.
            Phlorizin merupakan β-D-glukosida phloretin. Phloretin mudah terurai oleh alkali kuat menjadi phloroglusinol dan asam p-hidroksihidrosinamat (asam phloretrat). Jika glukosida phlorizin dipecah dengan alkali dengan cara yang sama, maka ternyata sisa glukosa tidak dapat terlepas dan dihasilkan phloroglusinol β-O-glukosida. Akhirnya, kedudukan sisa glukosa yang dibentuk oleh reaksi ditunjukkan dalam persamaan 1 ; interaksi gugus asetoksil dengan satuan –COCH2CH2Ar menunjukkan bahwa satuan glukosa harus terikat pada kedudukan -2’ dalam phlorizin. Glikosilasi gugus hidroksil ortho terhadap gugus karbonil di alam adalah tidak umum, hal ini terutama karena ikatan hydrogen yang efektif antara –OH dan O=C. Adanya gugus-gugus hidroksil pada kedudukan -2,6 relatif terhadap gugus karbonil mengakibatkan satu dari padanya reaktif dan dapat terjadi glikolisasi.
Florizin                                              Floretin + D-glukosa
                                                            â   N2OH
                                                  OH           OH
                                                                           +  OH                  CH2CH2COOH
                                                           OH                             asam floretat

OH            O
OH
OH
tri-o-metil florizin

                                                                                     
                                                                                                                                                           
                                        
                                                                                                           
   





Florizin adalah
                          OH           OH
                                                                                                 OH      
                                             COCH2CH2                            
                                     O – C6H11O5D – glukosida
                                     
Senyawa Flavanon
            Flavanon (biasanya sebagai glikosida) terdistribusi luas di alam. Flavanon terdapat dalam kayu, daun dan bunga. Flavanon glikosida merupakan konstituen utama dari tanaman genus Prunus (fam. Rosaceae) dan buah jeruk; dua glikosida yang paling lazim adalah neringenin dan hesperetin, terdapat dalam buah anggur dan jeruk.
            Penentuan struktur flavanon cepat dilakukan berdasarkan metoda klasik. Polihidroksiflavanon mudah dikenal dengan terbentuknya warna merah, lembayung, bila flavanon direduksi dengan magnesium dalam asam klorida dalam larutan etanol. Persoalan dasar dalam menentukan struktur flavanon adalah (a) posisi ikatan sisa gula, jika senyawa merupakan glikosada; dan (b) posisi gugus inti hidroksil dan metoksi cincin –A dan –B.
            Flavanon dan khalkon dipecah oleh hidrolisis alkalis menjai turunan asam benzoate yang terdiri cincin –B dan tergantung pada kondisi, fenol yang terdapat pada cincin –A (missal phloroglusinol) atau menjadi asetofenon yang sesuai.









 
                                                 OH                             HO             OH                         OH
                            O                                                                                          +
    HO                                            50% KOH                               COCH3
 

                                                                                                                                      COOH
                          O
            Liquiritigenin













 
                                                 OH                             HO                                       OH        
                            O                                                                         CH3=CHCOOH +
    HO                                     OCH3       30%      CH3O
                                                                NaOH
                                                                                                                                            OH
               OH    O
            Homoeridiktiol                                                                      asam ferurat

            Cara lain yang berguna untuk menentukan struktur flavanon adalah melibatkan dehidrogenasi ikatan -2,3, yang memberikan flavon. Karena flavanon sering sukar disintesis sedangkan tidak ada masalah untuk flavon, maka prosedur ini sangat berharga.                                                                                                            
                                                                                         OH






 
                                                 OH                       CH3O                O      OCH3
                            O                                                                                         
CH3O                                      OCH3        I2                     
                                                              NaOAc                 OH     O
                                                                                                                                     
               OH     O
            Liquiritigenin

            Metoda klasik (yaitu, degradasi, interkonversi, sintesis) untuk menentukan struktur flavanoid sekarang telah digantikan dengan prosedur diagnosa fisika, dalam hal ini resonansi magnetic inti. Proton pada posisi -2 dan -3 menunjukkan pergeseran kimia yang karateristik dan bentuk penggabungan yang dapat membedakan struktur flavanon dengan flavon khalkon, dan sebagainya. Bentuk aromatic tersubstitusi biasanya dapat dikenal dengan pergeseran kimia dan bentuk penggabungan (penggabungan 0-, m atau p) proton-proton cincin A dan –B.

              Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)
Senyawa Flavon
                    Metilasi  (dengan metil sulfat dan kalsium karbonat dalam aston) terhadap resin kotor dari X presisi menghasilkan sejumlah senyawa flavanoid. Salah satu  dari padanya  adalah  4’,5,7 – trimetoksi flavon. Reduksi flavon dengan natrium  dan etanol dalam cairan amonia  dan metilasi fenol yang  diperoleh menghasilkan  senyawa yang dikenal  1-p-metoksifenil-3-(2,4,6-trimetoksifenil)-propana.




Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)                       5,7 OHMolecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)

                        Flavon                                           Khristin
5,7,4’ OH Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)               5,7,4’5’OHMolecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)
                       Apigenin                                        Luteolin

Senyawa Flavanol (3-hidrosiflavon)
                  Flavanol lazim sebagai konstituen tanaman yang tinggi, dan terdapat dalam berbagai bentuk terhidroksilasi. Flavanol alami yang paling sederhana adalah galangin 3,5,7-tri-hidroksiflavon.




           Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)                  Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)
3,5,7 –OH                                                3,5,7,4’ -OH

Galangin                                       Kaempfenol
                         (Flavanol alam)
Senyawa Antosianidin dan proantosianidin
                Senyawa flavanoid alam yang paling menyolok adalah antosianin, yang merupakan pembentuk dasar pigmen warna merah, ungu, dan biru pada tanaman. Antosianin adalah glikosida antosianidin, yaitu garam polihidroksiflavilium (2-arilbenzopirilium). Sebagaian besar antosianin alam adalah glikosida






3,5,7,4’-OH                 Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone) R = R’ = H  , pelargonidin
        3’=R, 5’=R’                                  R = H, R’ = OH        , sianidin
R – R’ = OH              , delpenidin
R = H, R’ = OCH3     , peonidin
R = R’ = )CH3            , maluidin

 (Antosianidin alam)
                Antosianidin juga dibentuk bila flavon -3,4-diol dipanaskan pada kondisi asam kuat. Reaksi sangat kompleks dan hasil yang diperoleh berupa garam flavilium rendah, dan perlu dicatat bahwa reaksi meliputi oksidasi. Untuk dehidrasi sederhana flavanandiol, diperoleh 3-flavon-3-ol bukan antosianidin.



 


Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)    -------------------       Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)-H2O
Leukosianidin hidrat                                 Leukosianidin
3,4,5,7,4’5’-OH                                      3,5,7,4’,5’ -OH



         Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)                                                        
                              3,5,7,4’,5’ -OH                                  
Sianidin (Katiro)


Molecular structure of the flavone backbone (2-phenyl-1,4-benzopyrone)
The term flavonoid refers to a class of plant secondary metabolites. According to the IUPAC nomenclature, they can be classified into:
Flavonoids are most commonly known for their antioxidant activity. Flavonoids are also commonly referred to as bioflavonoids in the media – these terms are equivalent and nterchangeable, since all flavonoids are biological in origin.

Biosynthesis

Flavonoids are synthesized by the phenylpropanoid pathway in which the amino acid phenylalanine is used to produce 4-coumaryl-CoA. This can be combined with malonyl-CoA to yield the true backbone of flavonoids, a group of compounds called chalcones. Ring-closure of these compounds results in the familiar form of flavonoids, a three-ringed structure (polyphenols). The metabolic pathway continues through a series of enzymatic modifications to yield flavanones → dihydroflavonols → anthocyanins. Along this pathway many products can be formed, including the flavonols, flavan-3-ols, proanthocyanidins (tannins) and a host of other polyphenolics.

[edit] Biological effects

Flavonoids are widely distributed in plants fulfilling many functions including producing yellow or red/blue pigmentation in flowers and protection from attack by microbes and insects. The widespread distribution of flavonoids, their variety and their relatively low toxicity compared to other active plant compounds (for instance alkaloids) mean that many animals, including humans, ingest significant quantities in their diet. Flavonoids have been found in high concentrations in butterflies and moths sequestered from dietary intake at the larval stage and then stored in adult tissues.
Flavonoids have been referred to as "nature's biological response modifiers" because of strong experimental evidence of their inherent ability to modify the body's reaction to allergens, viruses, and carcinogens. They show anti-allergic, anti-inflammatory[1] , anti-microbial and anti-cancer activity. In addition, flavonoids act as powerful antioxidants, protecting against oxidative and free radical damage.
Consumers and food manufacturers have become interested in flavonoids for their medicinal properties, especially their potential role in the prevention of cancers and cardiovascular disease. The beneficial effects of fruit, vegetables, and tea or even red wine have been attributed to flavonoid compounds rather than to known nutrients and vitamins.

[edit] Important flavonoids

[edit] Quercetin

Quercetin is a flavonoid and more specifically a flavonol (see below), that constitutes the aglycone of the glycoside rutin. In studies, quercetin is found to be the most active of the flavonoids, and many medicinal plants owe much of their activity to their high quercetin content. Quercetin has demonstrated significant anti-inflammatory activity because of direct inhibition of several initial processes of inflammation. For example, it inhibits both the production and release of histamine and other allergic/inflammatory mediators. In addition, it exerts potent antioxidant activity and vitamin C-sparing action.

[edit] Epicatechin

Epicatechin improves blood flow and thus seems good for cardiac health. Cocoa, the major ingredient of dark chocolate, contains relatively high amounts of epicatechin and has been found to have nearly twice the antioxidant content of red wine and up to three times that of green tea.[2]

[edit] Oligomeric proanthocyanidins

Proanthocyanidins extracts demonstrate a wide range of pharmacological activity. Their effects include increasing intracellular vitamin C levels, decreasing capillary permeability and fragility, scavenging oxidants and free radicals, and inhibiting destruction of collagen, the most abundant protein in the body.

[edit] Important dietary sources

Good sources of flavonoids include all citrus fruits, berries, onions, parsley, legumes, green tea, red wine, seabuckthorn, and dark chocolate (that with a cocoa content of seventy percent or greater).

[edit] Citrus

The citrus bioflavonoids include hesperidin, quercetin, rutin (a sugar of quercetin), and tangeritin. In addition to possessing antioxidant activity and an ability to increase intracellular levels of vitamin C, rutin and hesperidin exert beneficial effects on capillary permeability and blood flow. They also exhibit some of the anti-allergy and anti-inflammatory benefits of quercetin. Quercetin can also inhibit reverse transcriptase, part of the replication process of retroviruses (Spedding et al. 1989). The therapeutical relevance of this inhibition has not been established. Hydroxyethylrutosides (HER) have been used in the treatment of capillary permeability, easy bruising, hemorrhoids, and varicose veins.

[edit] Green Tea

Green tea polyphenols are potent antioxidant compounds that have demonstrated greater antioxidant protection than vitamins C and E. Green tea may also increase the activity of antioxidant enzymes. Green tea polyphenols may inhibit cancer by blocking the formation of cancer-causing compounds and suppressing the activation of carcinogens. The major polyphenols in green tea are flavonoids (catechin, epicatechin, epicatechin gallate, epigallocatechin gallate(EGCG), and proanthocyanidins).
Though both green tea and black tea are derived from the same plant (Camellia sinensis), they possess different antioxidants. In producing black tea the leaves are allowed to oxidize, during which enzymes present in the tea convert many polyphenols to larger molecules with different biological effects. However, green tea is produced by lightly steaming the fresh-cut leaf, which inactivates these enzymes, and oxidation does not occur.

[edit] Availability through microorganisms

A number of recent research articles have demonstrated the efficient production of flavonoid molecules from recombinant microorganisms. Such an approach opens the possibility of readily producing these compounds using renewable feedstocks and thus increasing the availability of rare flavonoid molecules for human and animal feed through dietary supplements. [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7].

[edit] Subgroups

Over 5000 naturally occurring flavonoids have been characterized from various plants. They have been classified according to their chemical structure, and are usually subdivided into 6 subgroups[3]:
  • Flavones use the 2-phenyl-4H-1-benzopyran-4-one skeleton:
  • Flavonols use the 3-hydroxy-2-phenyl-4H-1-benzopyran-4-one skeleton:
Examples: Quercetin, Kaempferol, Myricetin, Isorhamnetin, Pachypodol, Rhamnazin
  • Flavanones use the 2,3-dihydro-2-phenyl-4H-1-benzopyran-4-one skeleton:
Examples: Hesperetin, Naringenin, Eriodictyol
  • Flavan-3-ols use the 2,3-dihydro-3-hydroxy-2-phenyl-benzopyran skeleton:
Examples: Catechins (Catechin (C), Gallocatechin (GC), Catechin 3-gallate (Cg), Gallocatechin 3-gallate (GCg)), Epicatechins (Epicatechin (EC), Epigallocatechin (EGC), Epicatechin 3-gallate (ECg), Epigallocatechin 3-gallate (EGCg)), Theaflavins (Theaflavin, Theaflavin 3-gallate, Theaflavin 3'-gallate, Theaflavin 3,3'-digallate), Thearubigins
  • Isoflavones use the 3-phenyl-4H-1-benzopyran-4-one skeleton:
Examples: Genistein, Daidzein, Glycitein
  • Anthocyanidins.
Examples: Cyanidin, Delphinidin, Malvidin, Pelargonidin, Peonidin, Petunidin